Terjemah Mukaddimah Khutbatul Hajah per Kata

by Thursday, May 07, 2015 4 komentar
Khutbatul Hajah, Biasanya kita dengan sebagai Mukaddimah Khutbah Jum'at. Mungkin setiap kita bertanya-tanya tentang mukaddimah tersebut yang dibaca dengan bahasa Arab panjang dan tidak diartikan oleh pemberi khutbah. KIta hanya ingat adanya anjuran bertakwa mungkin itu saja untuk sebagian orang awam seperti saya.

Hal penasaran ini membuat saya penasaran tentang arti mukaddimah tersebut. Dan mencari referensi mengenai pembukaan khutbah tersebut, mari kita simak paparan penjelasan Khutbatul Hajah Per Kata



Pembukaan (mukadimah) yang dibaca dalam bahasa arab itu disebut Khutbatul Hajah. Itu adalah sunnah dari Nabi kita yang mulia Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam yang diriwayatkan oleh Ibnu Mas'ud, Abu Musa Al Asy'ari, Abdullah bin Abbas, Jabir bin Abdillah, Nubaith bin Syarith dan Aisyah radhiallahu anhum.

Salah satu riwayat adalah dari Abdullah bin Mas’ud radhiallahu ‘anhu, beliau mengatakan,

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajari kami khutbatul hajah ….” (H.r. Abu Daud, An-Nasa’i, Al-Hakim, Daud Ath-Thayalisi, Imam Ahmad, dan Abu Ya ‘la; dinilai sahih oleh Syekh Al-Albani)

.

Begini teks arab-nya yang dari riwayat Ibnu Mas'ud,



dari website dewan masjid indonesia dmi.or.id






Yuk dibaca, difahami, diapalin trs diamalkan.
Berikut terjemahan nya per kata-kata.

Innal hamdalillah
[Sesungguhnya, segala puji bagi Allah]
Nahmaduhu wanasta'inuhu wa nastaghfiruhu
[kami memuji-Nya dan kami memohon pertolongan dan ampunan-Nya]
Wana'udzubillahi min syururi anfusinaa
[Kami berlindung kepada Allah dari kejahatan diri-diri kami]
Wamin sayyi-ati a'malinaa
[dan dari kejahatan amal perbuatan kami]

Man yahdihillahu falaa mudhillalah
[Barangsiapa yang Allah berikan petunjuk, maka tidak ada yang dapat menyesatkannya]
Waman yudhlil falaa haadiyalah
[dan barangsiapa yang Allah sesatkan, maka tidak ada yang dapat memberikan petunjuk kepadanya]
Wa asyhadu alla ilaha illallah
[Dan aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah]
Wahdahulaa syariikalah
[Maha Esa Dia dan tidak ada sekutu bagi-Nya]
Wa asyhadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh
[dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya]

Lalu dibacakan shalawat:
Allahumma shali 'ala muhammad
[Ya Allah, limpahkan rahmat kepada Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam]
wa 'ala alihi
[dan kepada keluarganya]
wa shahbihi
[dan para sahabatnya]
wa man tabiahum bi ihsanin ilaa yaumiddiin
[dan orang-orang yang istiqomah mengikutnya hingga hari akhir]


Kemudian dibacakan ayat-ayat Al Qur'an:
Wa qalallahu ta'ala fii kitaabihil kariim
[Dan Allah Yang Maha Tinggi berfirman dalam kitabNya yang mulia]



Yaa ayyuhalladziina aamanuuttaqullaha haqqa tuqaatih
[Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya]
wa laa tamuutunna illa wa antum muslimuun
[dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam]
~(QS Al-Imran [3] : 102).~


Aidhon [Juga]:


Yaa ayyuhannasuttaquu rabbakumulladzii khalaqakum min nafsin waahidah
[Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri]
wa khalaqa minhaa zaujahaa
[dan dari padanya Allah menciptakan isterinya / pasangannya]
wa batssaminhumaa rijaalan katsiraan wa nisaa-a
[dan dari pada keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak]
wattaqullahalladzii tasaa-aluuna bihi wal-arham
[Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mem-pergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain,dan (peliharalah) hubungan silaturrahim]
innallaha kaana ‘alaikum raqiiba
[Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu]
~(QS An-Nisa [4] : 1)~


Aidhon [Juga]:


Yaa ayyuhalladziina aamanuuttaqullaha wa quuluu qaulan sadiidaa
[Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar]
yushlih lakum a’maalakum
[niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu]
wa yaghfirlakum dzunuubakum
[dan mengampuni bagimu dosa-dosamu]
wa man yuthi’illaha wa rasulahu
[Dan barangsiapa menta’ati Allah dan Rasul-Nya]
faqad faaza fauzan adziima
[maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar]

~(QS Al-Ahzab [33] : 70-71)~




Amma ba'du [adapun selanjutnya]
Qaala Rasulullah shallallahu alaihi wasallam
[Bersabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam]



dari mukadimah buku Dzikir Pagi dan Petang oleh Ust Yazid Jawas




Fainna ashdaqal haditsi kitabullah
[Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah kitabullah]
wa khairal hadyi hadyu muhammad shallallahu 'alayhi wa sallam
[dan sebaik-baik petunjuk, adalah petunjuk Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam]

wa syarral `umuri muhdasatuha
[dan sejelek-jelek perkara adalah sesuatu yang baru yang diada-adakan]
wa kulla muhdasatin bid'ah
[dan semua perkara baru yang diada-adakan adalah bid'ah]
wa kulla bid'atin dhalalah
[dan semua yang bid'ah adalah sesat]
wa kulla dhalalatin fin-naar
[dan semua yang sesat tempatnya di neraka]

Lalu disampaikan lah isi ceramahnya begini dan begitu...


Wallahu a'lam.
Semoga bermanfaat
Mohon maaf kalo ada salah kata, mohon dikoreksi.

Khotbah ini memiliki isi kandungan yang tinggi dan penting, faidah yang terkandung di dalam khotbah ini adalah:


  1. Pujian kepada Dzat pencipta alam.
  2. Ibadah seorang hamba dan kebutuhannya kepada Allah serta permintaannya kepada Allah dalam segala urusannya.
  3. Persaksian bahwa tidak ada yang berhak diibadahi kecuali Allah saja dan tidak ada rasul yang diikuti kecuali Rasulullah.
  4. Agungnya kedudukan al-Qur’an dan Sunnah[3]
  5. Bahaya perkara bidah dalam agama.


Khotbah ini merupakan ajaran nabi (Sunnah) yang dibacakan dalam berbagai acara dan pertemuan berikut ini:


  1. Untuk memulai pelajaran atau kelas terbuka.
  2. Sebagai mukadimah buku, artikel atau risalah.
  3. Untuk membuka khotbah secara umum.
  4. Untuk membuka khotbah dalam upacara pernikahan.
  5. Dalam khotbah salat Jum'at
  6. Membuka pengajian tentang pengajaran Al-Qur'an dan Sunnah, fikih dll.


Juga dibaca berbagai pertemuan lain ketika berkumpulnya umat Islam dalam suatu kesempatan; rapat umum, kampung atau keluarga, dan acara-acara yang lain terkecuali dalam pertemuan yang bersifat bisnis dan transaksi perdagangan.

Sekian pembahasan mengenai Mukaddimah Khutbatul Hajah yang biasa disampaikan pada saat pemukaan khutbah Jumat dan pada pembukaan ceramah atau pengajian.

AR

Blogger

Seorang penulis amatir yang mencoba berbagi hal-hal menarik yang menginspirasikan. Downloads, Share and Fun.

4 comments: